Bandung, 20 Juni 2025

Shalat Jumat berjamaah memiliki banyak keutamaan (fadhilah) yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Berikut beberapa di antaranya:
1. Kewajiban dan Pahala Besar
- Shalat Jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang memenuhi syarat (baligh, berakal, sehat, dan tidak dalam perjalanan).
Allah berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
2. Pengampunan Dosa
- Orang yang hadir Shalat Jumat dengan sempurna (dari awal khutbah hingga shalat) akan diampuni dosa-dosa antara Jumat tersebut dan Jumat sebelumnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الأُولَى، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
“Barangsiapa mandi pada hari Jumat, lalu datang di waktu pertama, seolah-olah ia berkurban dengan unta. Barangsiapa datang di waktu kedua, seolah-olah ia berkurban dengan sapi. Barangsiapa datang di waktu ketiga, seolah-olah ia berkurban dengan domba bertanduk. Barangsiapa datang di waktu keempat, seolah-olah ia berkurban dengan ayam. Barangsiapa datang di waktu kelima, seolah-olah ia berkurban dengan telur. Ketika imam keluar (untuk khutbah), para malaikat hadir untuk mendengarkan khutbah.” (HR. Bukhari & Muslim)
3. Hari yang Penuh Berkah
- Hari Jumat adalah sebaik-baik hari, di mana terdapat waktu mustajab untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu yang jika seorang muslim shalat dan memohon sesuatu kepada Allah, niscaya akan dikabulkan.” (HR. Bukhari)
4. Mencegah Siksa dan Kemunafikan
- Orang yang meremehkan Shalat Jumat bisa terjerumus dalam kemunafikan atau mendapat siksa Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَضْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan Shalat Jumat, atau Allah akan mengunci hati mereka, lalu mereka benar-benar menjadi orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)
5. Bersatu dengan Umat Islam
- Shalat Jumat mengumpulkan kaum muslimin dalam satu tempat, memperkuat ukhuwah, dan mendengarkan nasihat melalui khutbah.
Syarat Mendapatkan Keutamaan:
- Datang lebih awal ke masjid.
- Mandi sebelum Shalat Jumat (sunah).
- Memakai pakaian terbaik & wangi-wangian.
- Diam saat khutbah berlangsung.
- Tidak melakukan hal yang sia-sia setelah Shalat Jumat (disunahkan berdzikir atau membaca Al-Qur’an).
Semoga kita termasuk orang yang meraih keutamaan Shalat Jumat dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Aamiin.
Tinggalkan komentar