Bandung, 22 JUNI 2025
Untuk Bahan Renungan
Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.
Tanggung Jawab Orang Tua terhadap Kesalehan Anak
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Saudara-saudari yang dirahmati Allah,
Anak adalah amanah dari Allah ﷻ. Setiap anak yang lahir adalah dalam keadaan suci. Orang tualah yang berperan besar membentuk akhlaknya, iman, dan amalnya. Maka kesalehan anak adalah cerminan dari kesungguhan dan tanggung jawab orang tua.
Dalil-dalil Tentang Tanggung Jawab Orang Tua
- Surah At-Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)
Kata “quu” (peliharalah) menunjukkan perintah. Maka orang tua wajib menjaga keluarga—terutama anak—dari maksiat dan menuntunnya pada ketaatan.
- Hadis Nabi ﷺ:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Kullukum rāʿin wa kullukum mas`ūlun ʿan raʿiyyatihi
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan:
Orang tua adalah pemimpin dalam rumah. Allah akan bertanya: Sudahkah anak diajari salat? Al-Qur’an? Akhlak? Atau justru dibiarkan dengan gadget dan tontonan yang menjerumuskan?
Tanggung Jawab yang Harus Dilakukan Orang Tua:
- Memberi pendidikan agama sejak kecil
Nabi ﷺ bersabda:
“Perintahkan anakmu salat sejak umur 7 tahun…” (HR. Abu Dawud) - Menjadi teladan dalam ibadah dan akhlak
Anak bukan sekadar mendengar, tapi melihat dan meniru. Kalau orang tuanya suka bohong, jangan heran anak juga suka bohong. - Memilihkan lingkungan yang baik
Termasuk memilih sekolah, teman, tontonan, hingga makanan yang halal dan thayyib.
Anak: “Ayah, kenapa aku harus salat?”
Ayah: “Karena itu perintah Allah!”
Anak: “Lho, ayah juga nggak salat kok…”
Nah loh… anak itu tidak hanya mendengar, tapi juga mengamati!
Anak bisa menjadi penyejuk mata di dunia, penolong orang tua di akhirat—tapi bisa juga jadi sumber penyesalan jika orang tua lalai.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
“Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami…” (QS. Al-Furqan: 74)
Mari kita terus belajar menjadi orang tua yang bertanggung jawab: bukan hanya memberi makan dan pakaian, tapi juga memberi iman, ilmu, dan cinta pada agama.
Wassalamu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.🙏
Tinggalkan komentar