PERBANDINGAN DAN PERBEDAAN AKIDAH ANTARA AKHLI SUNAH WAL JAMA’AH DENGAN SYIAH IMAMIYAH.

ENSIKLOPEDIA AQIDAH DAN TAFSIR

Bandung, 5 Juli 2025

Dalam buku Studi Perbandingan Aqidah dan Tafsir karya Prof. Dr. Ali Ahmad As-Salus, terdapat pembahasan yang sangat komprehensif mengenai perbandingan akidah antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Sunni) dan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah (Syiah Dua Belas Imam). Buku ini termasuk referensi penting dalam memahami perbedaan mendasar antara dua kelompok besar dalam Islam, khususnya dalam bidang aqidah (teologi) dan tafsir (penafsiran Al-Qur’an).

Berikut adalah inti dari perbandingan aqidah yang diulas dalam buku tersebut:


🔹 1. Tentang Tauhid dan Sifat Allah

Sunni:

  • Meyakini keesaan Allah secara mutlak tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk (tanzih).
  • Allah memiliki sifat-sifat yang disebut dalam Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan keagungan-Nya.

Syiah:

  • Menerima sebagian sifat Allah seperti dalam Ahlus Sunnah, namun dalam praktik dan penafsiran, kadang memunculkan kecenderungan rasionalistik ekstrem, hingga mempengaruhi pemahaman terhadap sifat-sifat Allah.

🔹 2. Tentang Al-Qur’an

Sunni:

  • Meyakini Al-Qur’an sebagai kitab suci yang lengkap, utuh, tidak ada perubahan, dan merupakan mukjizat sepanjang zaman.

Syiah:

  • Dalam literatur klasik Syiah, beberapa ulama menyatakan terjadi tahrif (pengurangan atau penambahan) dalam Al-Qur’an.
  • Namun ulama kontemporer Syiah cenderung menolak adanya tahrif.

Prof. As-Salus menekankan bahwa keyakinan terhadap tahrif ini berbahaya dan menyesatkan, serta bertentangan dengan ijma’ kaum Muslimin.


🔹 3. Tentang Imamah

Sunni:

  • Imamah (kepemimpinan umat) adalah urusan ijtihadiyah, ditentukan melalui musyawarah (syura), bukan bagian dari rukun iman.
  • Mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali secara berurutan.

Syiah:

  • Imamah adalah rukun iman dan merupakan kepemimpinan ilahiyah yang diangkat langsung oleh Allah, khusus kepada para Imam dari keturunan Ali dan Fatimah.
  • Menganggap kepemimpinan Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai tidak sah.

Inilah titik perbedaan paling mendasar antara Sunni dan Syiah menurut Prof. As-Salus.


🔹 4. Tentang Shahabat

Sunni:

  • Menghormati dan memuliakan seluruh sahabat Nabi.
  • Meyakini bahwa mereka adalah generasi terbaik yang dijanjikan surga dan menjadi teladan.

Syiah:

  • Sebagian besar sahabat, terutama Abu Bakar, Umar, Aisyah, dan lainnya, dicela dan bahkan dianggap pengkhianat.
  • Hanya sedikit sahabat yang dianggap setia, seperti Salman Al-Farisi, Abu Dzar, dan Miqdad.

🔹 5. Tentang Mahdi dan Raj’ah

Sunni:

  • Meyakini datangnya Imam Mahdi di akhir zaman sebagai keturunan Nabi yang akan menegakkan keadilan.
  • Tidak percaya pada konsep raj’ah (kembalinya orang-orang mati sebelum hari kiamat).

Syiah:

  • Meyakini Imam Mahdi adalah Imam ke-12 yang ghaib sejak abad ke-3 Hijriyah dan akan muncul di akhir zaman.
  • Mempercayai raj’ah, yaitu kembalinya Imam dan musuh-musuh mereka ke dunia sebelum kiamat.

🔹 6. Tafsir Al-Qur’an

Sunni:

  • Tafsir berdasarkan riwayat dari Nabi, sahabat, dan tabi’in dengan prinsip menjaga keotentikan.

Syiah:

  • Sebagian besar tafsir klasik Syiah dipengaruhi oleh doktrin imamah dan penolakan terhadap sahabat.
  • Ada tafsir-tafsir yang menggunakan metode takwil ekstrem demi mendukung pandangan Syiah.

🔹 7. Tentang Taqiyah

Sunni:

  • Taqiyah (menyembunyikan keyakinan) hanya dibolehkan dalam kondisi darurat untuk menjaga nyawa.

Syiah:

  • Taqiyah dianggap sebagai bagian penting dalam agama, bahkan dalam kondisi normal sekalipun jika ada maslahat tertentu.

🔹 8. Nikah Mut’ah

Sunni:

  • Mengharamkan nikah mut’ah (nikah sementara), karena telah dilarang oleh Nabi dan ijma’ sahabat.

Syiah:

  • Menghalalkan nikah mut’ah dan mempraktikkannya hingga sekarang.

🔹 Kesimpulan Prof. Dr. Ali Ahmad As-Salus:

  • Perbedaan antara Sunni dan Syiah bukan sekadar furu’ (cabang), melainkan banyak menyentuh pokok aqidah.
  • Beberapa keyakinan Syiah yang dibahas dinilai menyimpang dari akidah Islam yang murni, dan membawa potensi perpecahan dalam umat.

Catatan: Buku ini ditulis dari sudut pandang Ahlus Sunnah, dengan pendekatan akademik yang tajam dan referensi mendalam. Namun, sebagai bahan studi komparatif, sangat baik untuk dibaca dengan sikap objektif dan ilmiah.


Komentar

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai