
Bandung, 5 Juli 3925
Tentu, berikut ini adalah kutipan dan pembahasan dari bagian terkenal dalam buku “Laa Tahzan (Jangan Bersedih)” karya Dr. ‘Aidh al-Qarni (bukan Sudh bin Abdullah al-Qarni), yang berkaitan dengan ayat:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا • إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
🌿 Teks Kutipan (dari buku Laa Tahzan):
“Ketahuilah bahwa setelah malam yang gelap akan terbit fajar yang terang. Sesungguhnya setelah tangisan akan datang senyuman. Setelah kesempitan pasti ada kelapangan. Setelah kesulitan ada kemudahan. Inilah janji Allah, dan janji Allah itu pasti benar.”
“Janganlah bersedih jika kamu sedang diuji, karena sesungguhnya Allah ingin membersihkan dirimu, mengangkat derajatmu, dan menggantikan kesulitanmu dengan sesuatu yang lebih baik. Maka bersabarlah, karena kesabaran itu adalah kunci kemenangan.”
📖 Pembahasan Ayat dan Pesan dalam Buku
1. Makna Ayat: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”
- Dalam buku Laa Tahzan, Dr. Al-Qarni menekankan bahwa Allah tidak mengatakan “setelah” kesulitan, tapi “bersama” kesulitan ada kemudahan.
- Ini menunjukkan bahwa kemudahan datang bersamaan, bukan menunggu belakangan.
2. Pengulangan Ayat
- Ayat ini disebut dua kali berturut-turut. Para ulama menjelaskan:
- Untuk memperkuat harapan dan keyakinan.
- “Al-‘Usr” (kesulitan) disebut dengan al (ma’rifah) yang berarti satu, sedangkan “Yusr” (kemudahan) disebut tanpa al, yang menunjukkan kemudahan itu lebih dari satu.
Artinya: Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.
3. Pesan dari Dr. Aidh al-Qarni:
- Dalam menghadapi cobaan hidup, jangan larut dalam kesedihan.
- Tawakal kepada Allah, dan berbaik sangka bahwa apa pun yang terjadi adalah untuk kebaikan kita.
- Bersabar, berdoa, dan terus berusaha tanpa putus asa.
💡 Contoh Kehidupan Nyata dalam Buku
Dr. Al-Qarni juga mengangkat kisah para Nabi dan orang shalih yang menghadapi kesulitan besar:
- Nabi Yusuf a.s.: dari sumur, ke penjara, hingga akhirnya menjadi pejabat tinggi Mesir.
- Nabi Ayyub a.s.: sabar dalam sakit dan penderitaan, lalu Allah memberikan kesembuhan dan nikmat berlipat.
- Rasulullah ﷺ: diuji dengan penolakan, pengusiran, dan perang; namun tetap tegar hingga Islam menang.
🎯 Kesimpulan Motivasi dari Buku “Laa Tahzan”
- Jangan bersedih, karena hidup tidak selalu seperti hari ini.
- Kesulitan tidak abadi, selalu ada kemudahan yang Allah sertakan.
- Berdoalah, bersabarlah, dan tetap berprasangka baik kepada Allah.
“Jika pintu telah tertutup, Allah pasti akan membukakan pintu lain yang lebih indah. Dan jika satu jalan terasa sempit, Allah akan lapangkan jalan lain dengan keajaiban-Nya.” — Dr. Al-Qarni
Tinggalkan komentar