Rahmat (kasih sayang) Allah dan kedudukan hamba di hadapan-Nya.

Bandung, 11 September 2025

Kitab Ibnul Mutarrom (sebagian ulama menyebutnya Ibnul Mutharram atau Ibnul Mutarrim) adalah salah satu karya ulama terdahulu yang banyak membahas tentang rahmat (kasih sayang) Allah dan kedudukan hamba di hadapan-Nya.

Isi pembahasan tentang rahmat Allah dalam kitab tersebut biasanya menekankan beberapa poin pokok:

  1. Rahmat Allah Meliputi Segala Sesuatu
    Allah ﷻ berfirman: “Wa rahmatī wasi‘at kulla syai’in” (Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu) – QS. Al-A‘raf: 156.
    Ibnul Mutarom menegaskan bahwa rahmat Allah tidak terbatas, bahkan dosa-dosa manusia tidak lebih besar dari rahmat-Nya, selama hamba mau kembali bertaubat.
  2. Rahmat Allah Lebih Besar dari Murka-Nya
    Beliau sering mengutip hadis qudsi: “Inna rahmatī sabaqat ghadabī”
    (Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku).
    Ini menunjukkan bahwa Allah lebih suka memberi ampunan dan kasih sayang daripada menghukum hamba-Nya.
  3. Rahmat Allah bagi Orang yang Beriman dan Bertaubat
    Ibnul Mutarom menjelaskan bahwa walaupun rahmat Allah luas, tetap ada syarat penerimaan yaitu iman, amal shalih, dan taubat. Orang yang terus menerus dalam kekafiran dan maksiat tanpa taubat bisa terhalang dari rahmat Allah.
  4. Rahmat Allah di Dunia dan Akhirat
    • Di dunia, rahmat Allah tampak dalam rezeki, kesehatan, nikmat iman, dan petunjuk.
    • Di akhirat, rahmat Allah menjadi sebab utama seseorang masuk surga, bukan semata-mata karena amal.
    Nabi ﷺ bersabda: “Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya.”
    Para sahabat bertanya: “Engkau juga tidak, wahai Rasulullah?”
    Beliau menjawab: “Aku juga tidak, kecuali Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. Bukhari-Muslim).
  5. Rahmat sebagai Jalan Sufi/Tasawuf
    Dalam tradisi para sufi, termasuk yang diulas Ibnul Mutarom, rahmat Allah adalah kunci tercapainya ma‘rifatullah (pengenalan kepada Allah). Hamba tidak boleh merasa cukup dengan amalnya, tetapi selalu berharap dan bergantung pada rahmat Allah.


Komentar

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai