Penceramah Ustad Tommy Hidayat
Sukamenak, 13 September 2025

Materi ceramah/kajian dengan tema:
Iman sebagai Pondasi yang Kokoh dalam Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah
1. Pendahuluan
- Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam.
- Shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, teladan dalam membangun persaudaraan umat.
- Tema ini sangat penting karena ukhuwah islamiyah hanya bisa kuat bila didasari iman yang kokoh.
2. Iman sebagai Pondasi
- Iman ibarat fondasi bangunan. Jika pondasi rapuh, bangunan mudah roboh. Jika pondasi kuat, bangunan akan kokoh.
- Allah SWT berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit.”
(QS. Ibrahim: 24) - Iman yang kuat akan melahirkan keikhlasan, ketulusan, dan akhlak mulia.
3. Hubungan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
- Ukhuwah islamiyah bukan sekadar hubungan sosial, tetapi ikatan hati karena Allah.
- Nabi SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, dan kelembutan di antara mereka, seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh merasakan panas dan demam.”
(HR. Muslim) - Tanpa iman, persaudaraan hanya sebatas kepentingan dunia. Dengan iman, persaudaraan jadi ikatan abadi sampai akhirat.
4. Cara Meningkatkan Ukhuwah dengan Pondasi Iman
- Menjaga Tauhid – meyakini Allah sebagai pusat persatuan umat.
- Meneladani Akhlak Nabi SAW – rendah hati, sabar, pemaaf.
- Menghindari Penyakit Hati – iri, dengki, sombong, yang merusak ukhuwah.
- Saling Menasihati dalam Kebaikan – amar ma’ruf nahi munkar.
- Menolong Sesama Muslim – sesuai sabda Nabi: “Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim).
5. Penutup
- Iman yang kokoh akan membentuk pribadi muslim yang kuat.
- Dari pribadi yang beriman lahirlah ukhuwah yang tulus dan persatuan umat.
- Mari kita perkuat iman dengan ilmu, amal, dan takwa agar ukhuwah islamiyah terjaga, sehingga umat Islam menjadi kuat, damai, dan mulia.
Tinggalkan komentar