Bandung 3 Oktober 2025

Pendidikan anak (tarbiyah al-awlad) adalah amanah besar. Al-Qur’an dan Hadis banyak memberi panduan agar orang tua tidak sekadar mengasuh, tapi juga menanamkan iman, akhlak, dan adab. Berikut ringkasannya:
🕌 Dasar dalam Al-Qur’an
- Pendidikan Tauhid Sejak Dini
- “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku! Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar’.”
(QS. Luqman: 13)
👉 Orang tua harus menanamkan aqidah sejak kecil: Allah itu Esa, jangan syirik.
- “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku! Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar’.”
- Menanamkan Shalat dan Ibadah
- “Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya…”
(QS. Thaha: 132)
👉 Orang tua wajib membiasakan anak untuk shalat dan sabar mendidiknya.
- “Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya…”
- Menanamkan Akhlak Mulia
- QS. Luqman ayat 18–19 mengajarkan adab: jangan sombong, rendah hati, sopan bicara, tenang.
👉 Pendidikan anak tidak hanya ilmu, tetapi juga sikap.
- QS. Luqman ayat 18–19 mengajarkan adab: jangan sombong, rendah hati, sopan bicara, tenang.
📖 Panduan dari Hadis Nabi ﷺ
- Teladan Terbaik
- Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang ayah memberikan pemberian yang lebih utama kepada anaknya daripada akhlak yang baik.”
(HR. Tirmidzi)
👉 Teladan akhlak orang tua jauh lebih efektif dibanding sekadar ucapan.
- Rasulullah ﷺ bersabda:
- Mengajarkan Adab Makan, Salam, dan Sosial
- Nabi ﷺ pernah menasihati Ibnu Abbas:
“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
👉 Pendidikan praktis, sederhana, dan penuh kasih sayang.
- Nabi ﷺ pernah menasihati Ibnu Abbas:
- Bermain & Kasih Sayang
- Nabi ﷺ mencium cucunya Hasan dan Husain, lalu bersabda:
“Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
👉 Mendidik anak butuh kelembutan, bukan hanya aturan.
- Nabi ﷺ mencium cucunya Hasan dan Husain, lalu bersabda:
- Mendidik dengan Bertahap
- “Perintahkan anak-anakmu untuk shalat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan mendidik, bukan menyakiti) jika meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”
(HR. Abu Dawud)
👉 Pendidikan dilakukan bertahap sesuai umur anak.
- “Perintahkan anak-anakmu untuk shalat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan mendidik, bukan menyakiti) jika meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”
🛠 Prinsip Praktis dari Al-Qur’an & Hadis
- Tauhid sebagai dasar – sejak kecil diajarkan iman kepada Allah.
- Teladan orang tua – anak meniru perbuatan lebih daripada perkataan.
- Komunikasi penuh kasih – gunakan nasihat lembut (seperti Luqman kepada anaknya).
- Membiasakan ibadah – shalat, doa, adab sehari-hari.
- Mengawasi pengaruh luar – termasuk teknologi, media, teman.
- Kasih sayang dan doa – orang tua selalu mendoakan anak agar menjadi shalih/shalihah.
✨ Jadi, mendidik anak menurut Al-Qur’an dan Hadis bukan hanya memberi ilmu, tapi juga membentuk hati, akhlak, dan ibadah dengan teladan, doa, kasih sayang, dan konsistensi.
Semoga bermanfaat
Tinggalkan komentar