Bandung, 8 Oktober 2025

Tentang kematian


Narasi: Tentang Kematian

Kematian adalah satu-satunya kepastian yang tak bisa dihindari. Ia datang tanpa mengenal waktu, tempat, atau usia. Ada yang menyambutnya dalam tidur yang tenang, ada pula yang dijemput di tengah hiruk pikuk kehidupan. Tak ada yang tahu kapan saatnya tiba — hanya Tuhan yang Maha Mengetahui.

Ketika kematian datang, semua yang pernah kita kejar — harta, jabatan, kekuasaan — seolah kehilangan makna. Yang tersisa hanyalah amal, doa, dan kenangan baik yang tertinggal di hati orang-orang yang kita cintai. Di hadapan maut, manusia menjadi makhluk paling jujur, sebab tak ada lagi yang bisa disembunyikan.

Kematian bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan yang sesungguhnya. Dunia hanyalah persinggahan, sementara akhirat adalah tempat kembali yang abadi. Maka, setiap helaan napas sejatinya adalah langkah menuju pertemuan dengan Sang Pencipta.

Betapa bijaknya jika kita mengingat kematian, bukan untuk menakut-nakuti diri, melainkan agar setiap hari yang kita jalani menjadi lebih bermakna — penuh kebaikan, keikhlasan, dan kasih sayang. Sebab, pada akhirnya, bukan seberapa lama kita hidup yang penting, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan setelah mati.


Komentar

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai