Bandung, 11 Oktober 2025

Sumber dosa dari lisan, beserta hadis, dalil Al-Qur’an, dan penjelasannya 👇
🕌 1. Pendahuluan
Lisan (ucapan) merupakan nikmat besar dari Allah ﷻ, namun juga menjadi sumber dosa yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia, dusta, atau menyakiti orang lain.
📜 2. Dalil dari Al-Qur’an
a. QS. Qaf [50]: 18
“Mā yalfizhu min qawlin illā ladaihi raqībun ‘atīd.”
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
📖 Makna:
Setiap ucapan manusia dicatat oleh malaikat, baik yang baik maupun buruk. Karena itu, lisan menjadi sumber pahala atau dosa tergantung dari isi ucapannya.
b. QS. Al-Hujurat [49]: 11-12
Ayat ini menegaskan larangan beberapa dosa lisan, seperti:
- Mencela dan mengolok-olok orang lain (ayat 11)
- Berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan ghibah (ayat 12)
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya…”
📖 Makna:
Ghibah (menggunjing) disamakan dengan memakan daging saudara sendiri yang telah mati, menunjukkan betapa beratnya dosa lisan.
🕋 3. Hadis-Hadis Tentang Dosa dari Lisan
a. Hadis tentang menjaga lisan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
📖 Makna:
Setiap ucapan harus ditimbang: apakah membawa manfaat atau tidak. Jika tidak, diam lebih baik dan selamat dari dosa.
b. Hadis tentang bahaya lisan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang ia anggap sepele, namun karena kalimat itu, ia terjerumus ke dalam neraka sejauh jarak antara timur dan barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
📖 Makna:
Perkataan yang dianggap kecil bisa menjadi sebab besar seseorang masuk neraka, terutama jika mengandung kebohongan, fitnah, atau celaan terhadap orang lain.
c. Hadis Mu‘adz bin Jabal
Dalam sebuah hadis sahih, Mu‘adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, apakah kita akan dihukum karena apa yang kita katakan?”
Beliau menjawab:
“Celakalah engkau, wahai Mu‘adz! Bukankah manusia akan diseret wajahnya ke dalam neraka karena hasil dari lidah-lidah mereka?”
(HR. Tirmidzi, no. 2616 — hasan sahih)
📖 Makna:
Sebagian besar manusia akan masuk neraka karena dosa dari lisannya, seperti dusta, ghibah, fitnah, dan ucapan yang menyakiti.
⚖️ 4. Jenis-Jenis Dosa Lisan
- Ghibah (menggunjing) — QS. Al-Hujurat:12
Menyebut aib seseorang di belakangnya. - Namimah (adu domba) — HR. Muslim
Menyebarkan perkataan agar menimbulkan permusuhan. - Dusta dan sumpah palsu — HR. Bukhari
“Hati-hatilah kalian dari dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.” - Mencaci, menghina, atau memaki — HR. Bukhari
“Mencaci seorang muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran.” - Ucapan sia-sia dan tidak bermanfaat — HR. Tirmidzi
“Termasuk baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak berguna baginya.”
🌹 5. Penutup dan Hikmah
Lisan adalah cermin hati. Jika hati bersih, maka ucapan pun baik dan lembut. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa keselamatan seorang mukmin terletak pada menjaga dua hal: lisan dan kemaluan (HR. Bukhari & Muslim).
🕊️ Kesimpulan:
Jagalah lisan, karena satu kata bisa mengangkat derajat ke surga, dan satu kata pula bisa menjerumuskan ke neraka.
Semoga bermanfaat
Tinggalkan komentar